Adobe Creative Campus
Membangun literasi digital, akses, dan kesetaraan untuk mahasiswa — sekaligus mendorong pengakuan bagi institusi yang inovatif.
Di era transformasi digital yang pesat, Western Sydney University memberikan perhatian penuh untuk memastikan mahasiswa dan stafnya siap menghadapi lanskap digital yang terus berkembang.
Universitas ini dengan bangga mengumumkan statusnya sebagai universitas Adobe Creative Campus pertama di New South Wales, menunjukkan kemitraan yang makin erat dengan Adobe untuk mengembangkan keterampilan literasi digital yang krusial bagi masa depan.
Ketika banyak merek masih beradaptasi dengan cara belajar dan bekerja baru pascapandemi, beberapa pihak seperti Western Sydney University telah mengrangkul normalitas baru.
Kebutuhan literasi digital untuk mahasiswa, lulusan, dan staf telah mengalami evolusi pesat dalam beberapa tahun terakhir. Merespons perubahan global dalam dunia belajar dan bekerja, universitas ini menerapkan pendekatan visioner dengan memperkuat kolaborasi dengan Adobe untuk melatih mahasiswa dan stafnya secara optimal.
Profesor Maryanne Dever, Wakil Rektor dan Wakil Presiden bidang Pendidikan, menekankan bahwa menjadi Adobe Creative Campus pertama di negara bagian ini mencerminkan komitmen Universitas terhadap kesuksesan dan literasi digital mahasiswa.
"Mengembangkan keterampilan digital pada mahasiswa dan lulusan kami kini menjadi semakin penting. Karena itu, kami dengan senang hati mengumumkan bahwa Western Sydney University menjadi mitra Adobe Creative Campus. Kemitraan ini akan memungkinkan kami untuk terus menjadi pelopor dalam menghadirkan pengalaman belajar yang terintegrasi, sertifikasi mikro, dan berbagai program yang bercirikan inovasi serta dikembangkan bersama mahasiswa, mitra industri, dan mitra komunitas," ujar Professor Dever.
Dengan menjadi Adobe Creative Campus, Western Sydney University tidak hanya memperluas transformasi digitalnya, tetapi juga meningkatkan kesiapan kerja lulusannya serta mendorong capaian pembelajaran yang berorientasi pada masa depan. Kemitraan strategis ini memungkinkan universitas untuk beradaptasi dengan lanskap digital yang terus berubah sekaligus memenuhi beragam kebutuhan mahasiswa yang terus berkembang, baik saat ini maupun di masa mendatang.
Sebagai bagian dari kolaborasi ini, Western Sydney University menyediakan akses luas ke ekosistem digital Adobe Creative Cloud, yang memberdayakan pendidik, sekolah, institut, dan mahasiswa di seluruh komunitas. Perangkat terdepan di industri dalam Adobe Creative Cloud mendorong metode pengajaran yang khas, memupuk budaya perbaikan berkelanjutan yang inovatif dalam lingkungan pembelajaran.
Akses ini memungkinkan setiap orang untuk memanfaatkan solusi Creative Cloud, mendorong pemecahan masalah, berbagi pengetahuan, dan ekspresi kreatif. Platform ini berfungsi sebagai ruang kreasi digital yang komprehensif, memungkinkan mahasiswa mengendalikan pembelajaran dan kesuksesan mereka.
Komitmen universitas terhadap akses yang setara dan inklusivitas sejalan dengan prinsip intinya dalam memberikan pendidikan transformatif dan pengalaman mahasiswa yang bermakna.
“Kemitraan baru ini akan memperluas kemampuan kami untuk membekali mahasiswa dan staf dengan keterampilan digital agar mereka dapat berkembang, dan kami ingin segera bergabung dengan jaringan Adobe Creative Campus yang lebih luas”, kata Profesor Dever.
Adobe telah berperan penting dalam mendukung Western Sydney University selama transisi ke lingkungan pembelajaran hibrid. Seiring pendidikan yang semakin tanpa batas, Adobe tetap berkomitmen memberdayakan institusi seperti Western Sydney University untuk menghadapi tantangan belajar dan bekerja di era digital.
Kolaborasi Western Sydney University dengan Adobe merupakan bukti komitmen universitas terhadap inovasi, inklusivitas, dan upaya membekali komunitasnya agar mampu meraih kesuksesan di tengah lanskap digital yang terus berkembang. Kemitraan ini tidak hanya mentransformasi pengalaman belajar, tetapi juga menempatkan universitas sebagai pelopor dalam membentuk masa depan pendidikan.
Membangun literasi digital, akses, dan kesetaraan untuk mahasiswa — sekaligus mendorong pengakuan bagi institusi yang inovatif.