Tahun ajar 2024–2025 telah menjadi masa transformatif bagi AI generatif di perguruan tinggi. Mahasiswa tidak lagi sekadar meminta chatbot untuk menjawab pertanyaan dan merangkum informasi. Mereka menggunakan teknologi kecerdasan buatan sebagai mitra yang kuat untuk pembelajaran dan kreativitas.
Dalam sesi Digital Literacy Café (DLC) terakhir kami pada tahun ajar ini, kami menampilkan para mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu yang telah menciptakan proyek studi inovatif menggunakan AI generatif. Mereka menjelaskan proses pengambilan keputusan dan berbagi pengalaman dalam mengembangkan ide, mendesain, serta belajar dengan alat seperti Adobe Firefly.
Memvisualisasikan kosmos dengan AI generatif
Pembicara pertama adalah Lizette Rodriguez, mahasiswa tahun ketiga jurusan fisika dengan peminatan astronomi di University of Texas at San Antonio. Selain menggunakan AI generatif setiap hari untuk membantunya mempelajari konsep STEM, ia baru-baru ini menggunakan Firefly sebagai bagian dari proyek visualisasi di mana ia:
- Menulis prompt teks untuk menghasilkan visual sistem bintang biner yang bertukar debu.
- Menganalisis gambar dan menulis kritik yang mengidentifikasi aspek-aspek yang tidak akurat secara ilmiah.
- Menghasilkan gambar kedua yang lebih akurat, kemudian menganalisisnya.
Rodriguez mengatakan ia melihat proses visualisasi kecerdasan buatan sebagai hal yang sangat berharga tidak hanya untuk pembelajarannya sendiri, tetapi juga untuk bidang dan karier masa depannya. “Ini akan membantu kita memahami, di masa depan, bagaimana sistem bintang biner seharusnya berinteraksi berdasarkan pemahaman konseptual kita tentang fisika dan astronomi.”
Menggunakan Adobe Firefly untuk membantu mendesain interior ramah difabel
Pembicara selanjutnya adalah mahasiswa semester awal dari jurusan desain interior di Central Michigan University, Cole Taylor. Ia menceritakan bahwa dalam mata kuliah Advanced CAD for Interiors, ia ditugaskan menggunakan AI generatif untuk meneliti, mengonsep, dan membuat rendering akhir yang akurat dari berbagai desain. Proyeknya meliputi:
- Mengonsep ulang sebuah bangunan toserba menjadi kafe ramah difabel, dan menggunakan Firefly untuk menghasilkan gambar Aurora Borealis untuk pencahayaan dan detail aksen lainnya
- Membuat desain lanskap, dan menggunakan Firefly untuk mengembangkan ide penataan tanaman dan bunga yang harmonis
- Mendesain pelapis sisi tangga, dan menggunakan Firefly untuk membuat pola kustom yang rumit untuk panel kayu
“Sebagai seorang desainer, Anda terus-menerus melihat kode dan memastikan semuanya sesuai dengan regulasi, dan terkadang kami tidak punya cukup waktu untuk fokus pada aspek kreatif itu,” kata Taylor. Itulah sebabnya ia sangat menikmati penggunaan AI generatif untuk membantunya menghasilkan ide desain yang “sangat brilian”. “Menyeimbangkan sudut pandang yang kritis, melihat aksesibilitas dan melihat kode, benar-benar menyeimbangkan logika versus kreativitas. Saya pikir di situlah letak keunggulan Firefly.”
Memberdayakan sesama pelajar dengan literasi digital
Pembicara terakhir adalah Nicole Hopkins, spesialis dukungan instruksional di Montana State University yang mengajar mahasiswa cara membangun keterampilan digital penting dengan alat-alat seperti Adobe Express dan Firefly. Ia menceritakan tentang dua mata kuliah populer yang telah ia rancang dan bawa untuk mahasiswa di seluruh kampus:
- Lokakarya “Build-a-Brand” di mana ia meminta mahasiswa menggunakan fitur Firefly di Adobe Express untuk menciptakan merek dari awal, lengkap dengan logo dan maskot
- Tugas merek di kelas menulis, di mana mahasiswa membuat logo sederhana kemudian memperindahnya menggunakan AI generatif
Hopkins mengatakan bagian favorit dari pekerjaannya adalah mengenalkan alat-alat ini kepada mahasiswa di luar jurusan kreatif, dan membantu mereka melihat cara baru untuk menyelesaikan masalah. “Karena Adobe Express sangat mudah digunakan dan sudah terhubung dengan alat AI, aksesnya jadi jauh lebih luas. Sekarang tidak ada lagi hambatan berupa kesulitan belajar.”
Untuk melihat karya mahasiswa dan mendengar perspektif mereka tentang menggunakan AI generatif secara konstruktif, kritis, dan etis, tonton rekaman webinar. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang cara mendorong hasil akademis dan kesiapan karier dengan alat kreatif dan kecerdasan buatan, jelajahi program Adobe Creative Campus.