.

18 Feb 2026 * 4 menit baca

Mempersonalisasi perjalanan mahasiswa yang terhubung.

Kampus RMIT University
RMIT University memperoleh wawasan tentang jalur yang ditempuh mahasiswa menuju pendaftaran dengan Adobe Data Insights Agent dan AI Pelanggan Adobe.
23% tingkat konversi pendaftaran dari banner yang dipersonalisasi
15 minggu untuk menerapkan fondasi data
29% peningkatan kecepatan situs web, meningkatkan kemudahan penggunaan
e8e732_3a9c997f996f424186fef6dbda3ed6e3~mv2.png (320×320)

Adobe telah membantu kami menghubungkan setiap tahap perjalanan mahasiswa, mulai dari penemuan awal hingga pendaftaran, sehingga memungkinkan pelaporan yang menyeluruh.

Darren Boyle

Direktur Digital dan Pengalaman, RMIT University

Misi yang sangat bermakna.

Ketika Darren Boyle menjadi Direktur Digital dan Pengalaman di RMIT University, ia melihat peluang untuk memberikan perubahan nyata. “Saya menyukai tujuan RMIT — mendidik mahasiswa, mendorong keberlanjutan, dan melibatkan komunitas,” ujarnya.

RMIT, sebuah universitas teknologi, desain, dan bisnis global, melayani lebih dari 90.000 mahasiswa dari 190 negara. Dengan kampus di Australia dan Vietnam, pusat penelitian di Spanyol, serta kemitraan di Asia Pasifik, jangkauannya sangat luas. Namun, ambisinya untuk memberikan pengalaman personal yang mulus kepada generasi mahasiswa berikutnya terhambat oleh sistem lawas dan data yang terfragmentasi.

RMIT telah lama dikenal sebagai pemimpin di bidang digital dan memberikan akses terhadap inovasi teknologi kepada mahasiswanya sebagai Adobe Creative Campus Innovator. Namun, dengan perjalanan calon mahasiswa yang dapat dimulai sejak Kelas 10 hingga akhirnya resmi terdaftar, serta berbagai titik interaksi seperti hari terbuka kampus, brosur, dan kanal media sosial yang masih terpisah-pisah, universitas ini memerlukan fondasi baru untuk keterlibatan digital yang dibangun di atas kepercayaan, kecepatan, dan skalabilitas.

Dengan membangun ekosistem digital yang menggabungkan pendekatan data pihak pertama dan alat AI agentik, RMIT menyatukan data dan menghubungkan sistem yang sebelumnya terfragmentasi, dan memperoleh visibilitas menyeluruh tentang bagaimana calon mahasiswa bergerak dari minat awal hingga pendaftaran dan keputusan untuk bergabung dengan RMIT. Yang tak kalah penting, Adobe Real-Time Customer Data Platform dan Adobe Customer Journey Analytics memberikan tingkat kepercayaan terhadap data — dengan visibilitas mendalam dan wawasan tentang proses pendaftaran mahasiswa — yang belum pernah ada sebelumnya.

Berlomba menarik minat mahasiswa berorientasi digital.

Lanskap perguruan tinggi Australia sangat kompetitif. Universitas berlomba-lomba berebut mahasiswa domestik dan internasional sambil bersaing dengan TAFE dan penyedia layanan pendidikan lain yang menawarkan jalur pendidikan fleksibel. Diskusi kebijakan seputar pembatasan jumlah pendaftar internasional semakin meningkatkan urgensinya.

RMIT menyadari bahwa reputasi akademis saja tidak cukup. Untuk menarik mahasiswa terbaik, universitas perlu memenuhi ekspektasi mahasiswa yang tumbuh di era digital melalui komunikasi yang konsisten dan dipersonalisasi di semua saluran.

“Sistem lawas kami dan data yang terfragmentasi menyulitkan kami memberikan pengalaman mahasiswa yang terhubung dan dipersonalisasi,” kenang Boyle. “Kami harus memikirkan ulang cara berinteraksi dengan mahasiswa sejak kontak pertama.”

Setelah mengevaluasi berbagai mitra, tim memilih Adobe Professional Services untuk mempercepat transformasi universitas. Kecepatan yang luar biasa, kontrak yang fleksibel, dan pendekatan kemitraan yang lebih terasa terintegrasi daripada transaksional menjadi faktor keputusan utama.

Transformasi digital RMIT

Hanya dalam 15 minggu, Adobe dan RMIT berhasil menerapkan fondasi data, menyatukan data pihak pertama melalui Real-Time CDP. Mereka juga membangun dasbor di Customer Journey Analytics untuk melacak perjalanan calon mahasiswa di berbagai saluran dan memigrasikan lingkungan RMIT ke Adobe Experience Platform Web SDK untuk lebih mendukung prosesnya.

“Adobe Professional Services menjadi bagian dari tim kami,” kata Boyle. “Fleksibilitas dan keahlian mereka sangat penting dalam menyelesaikan proyek tepat waktu dan memberikan nilai yang instan. Kami telah bekerja dengan banyak vendor sebelumnya, tetapi ini adalah pertama kalinya integrasi siap pakai benar-benar terealisasi.”

Membuat wawasan dapat diakses oleh seluruh tim dengan ekosistem data terpadu dan berbasis kecerdasan buatan.

Selain menerapkan Real-Time CDP dan Customer Journey Analytics, tim Professional Services bekerja dengan RMIT untuk memodernisasi dan menyederhanakan basis kode dan pelabelannya. Upaya ini menghasilkan peningkatan lima poin dalam skor performa situs web dan peningkatan kecepatan sebesar 29%, menjadikan situs ini lebih bersih dan lebih cepat bagi pengguna.

Salah satu pencapaian menonjol dari ekosistem baru ini adalah pembuatan dasbor perjalanan calon mahasiswa di Customer Journey Analytics yang mengintegrasikan data online dan offline. “Pertama kali melihat dasbor tersebut, saya menghabiskan dua jam untuk menjelajahinya,” kata Boyle. “Akhirnya kami bisa melihat keseluruhan alur yang menunjukkan di mana mahasiswa berinteraksi dan di mana mereka berhenti melanjutkan prosesnya. Hal itu memberi kami kejelasan yang selama ini kami butuhkan.”

Promo RMIT Open Day dengan mahasiswa dan grafik analitik.

Dengan Adobe Data Insights Agent di Customer Journey Analytics, staf dapat menggunakan antarmuka bahasa alami untuk mengueri dan memperbarui dasbor calon mahasiswa, menjadikan analisis kompleks yang mendetail lebih mudah diakses oleh seluruh tim.

Boyle dan timnya juga menggunakan AI Pelanggan yang terintegrasi secara native di Real-Time CDP untuk membuat segmentasi audiens ke dalam kecenderungan tinggi, menengah, dan rendah untuk mendaftar guna aktivasi di saluran online dan offline. “Alat-alat ini memberi kami keyakinan untuk memusatkan upaya kami ke bagian-bagian dengan dampak terbesar,” katanya.

“Dengan Adobe sebagai mitra inovasi kami, kami siap memanfaatkan kecerdasan buatan dan otomatisasi untuk mendefinisikan ulang cara kami berinteraksi dengan generasi mahasiswa berikutnya.”

Darren Boyle

Direktur Digital dan Pengalaman, RMIT University

Model keterlibatan holistik.

Fondasi data yang telah ditingkatkan memberi RMIT visibilitas menyeluruh terhadap perjalanan calon mahasiswa, memungkinkan staf penerimaan untuk melakukan intervensi di momen-momen kritis.

Saat calon mahasiswa menjelajahi situs web RMIT yang dibangun dengan Adobe Experience Manager Sites, aktivitas dan minat mereka otomatis direkam dan dipadukan dalam Real-Time CDP. Hal ini memungkinkan universitas menyesuaikan kampanye retensi prospek berdasarkan masing-masing minat, seperti program teknik atau desain.

Model keterlibatan holistik

Boyle dan timnya menjaga agar universitas tetap berada di benak calon mahasiswa melalui pesan email yang dikirim dengan Adobe Marketo Engage, iklan online yang dipersonalisasi dan ditayangkan melalui Adobe Advertising, serta banner khusus di situs web yang disajikan melalui Adobe Target. Seluruh komunikasi ini membuka peluang bagi individu untuk melangkah lebih dekat menjadi mahasiswa RMIT.

"Adobe telah membantu kami menghubungkan setiap tahap perjalanan mahasiswa, mulai dari penemuan awal hingga pendaftaran, sehingga memungkinkan pelaporan yang menyeluruh," ujar Boyle.

Masa depan yang berpijak pada personalisasi dan performa.

Sistem baru tersebut dengan cepat memberikan hasil. Banner situs web yang ditargetkan kepada mahasiswa yang sudah menerima tawaran tetapi belum melakukan pendaftaran berhasil mencapai tingkat konversi sebesar 23%. Integrasi Real-Time CDP dengan Adobe Advertising memungkinkan pembagian audiens secara real-time di berbagai platform seperti TikTok, LinkedIn, dan platform lainnya, dengan sejumlah besar pendaftaran yang dipengaruhi oleh kanal berbayar dan media sosial.

Boyle kini mempersiapkan fase berikutnya dari transformasi digital RMIT: menghubungkan Adobe Experience Cloud dengan Adobe Creative Cloud untuk meningkatkan skala pembuatan konten, mempercepat terjemahan bahasa, dan memberikan personalisasi tingkat tinggi.

“Kami telah membangun fondasi dengan data tepercaya dan profil terpadu,” kata Boyle. “Dengan Adobe sebagai mitra inovasi kami, kami siap memanfaatkan kecerdasan buatan dan otomatisasi untuk mendefinisikan ulang cara kami berinteraksi dengan generasi mahasiswa masa depan.”

word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word

mmMwWLliI0fiflO&1
mmMwWLliI0fiflO&1
mmMwWLliI0fiflO&1
mmMwWLliI0fiflO&1
mmMwWLliI0fiflO&1
mmMwWLliI0fiflO&1
mmMwWLliI0fiflO&1